Minggu, 15 September 2013

Cerpen : IBU DAN KEINGINANKU

TADAAAAAA.... it's my first short story. hope you like it.. Enjoy Reading..



RAGU – ragu ku melangkah…
Satu..dua… pada langkah ketiga aku tak sanggup lagi . Penyesalan yang sampai kini merengkuh ku blum sampai hati untuk lenyap.teringat akan memori  kelam yang membawanya meniggalkan ku untuk selamanya.
IBU ..belum bisakah kau maafkan aku?????
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Petang itu raja surya mengintip malu – malu dihamparan bumi. Pesona indah cahayanya kala kembali ke peraduaan hari itu mendung tertutup sahabat setianya. Awan bergerak kesana kemari seolah – olah ingin mempermainkan si raja surya .
Aku yang bermandikan keringat masih saja berlari dan terus berlari, sudah hampir dua jam aku berlari tanpa henti. Sesak memburu jantung. Tapi aku ingin memaksakannya.
Kata- kata dosen pembimbing ku tadi masih jelas meniup telingaku. Hingga membuatku ingin berlari, melepaskan sesak yg ada.
“ Alvin saya tahu seberapa besar kebencianmu akan  bidang ini. Saya tahu betapa sulit untuk bertahan menaklukan smuanya yang hasilnya justru kau benci. Kau ukir prestasi gemilang yang membuat orang takjub dan iri padamu tapi kau sama sekali melakukannya dengan setengah hati . bukan, bukan setengah hati tapi dengan keterpaksaan.Saya tahu betapa berat ini  bagi mu”.
“nak kata – kata ku ini tak bermaksud untuk mengajarkanmu, menentang orang tua mu. Tapi sampai  kapan kau akan mempertahankan semunya. Sungguh  Bapak kasihan padamu.Sebelum terlambat kau bisa memikirkan kembali segalanya. Jika selamanya kau kan begini slama itu pula kau tak akan tahu apa itu bahagia. Pikirkanlah kembali nak. Semua ada ditanganmu. Sesal itu kata yang terlontar kemudian. Jangan sampai kau mengutit kata itu “
Sambil memegang pundak ku dia belalu. Masih jelas dengan wajah prihatin dan kasihan dia berjalan membelakangi ku.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Bruk….tubrukan dari belakang membuat tubuh ku oleng seketika. Nyaris aku mencium tanah jika saja tanganku tak sigap menahannya. Seketika itu juga wajah yang sangat kukenal muncul dari arah  belakang.
“ Ah payah , masa didorong dikit aja lo bisa jatuh gitu, dasar laki – laki lemah “
“Walaupun tersinggung tapi aku tak berniat membalas ucapan gadis yang ku dipanggil Tania itu” energy ku sudah habis, menguap bersama rentetan kata yang mengisi otakku. Tanpa bicara sepatah pun, ku coba berdiri kembali dan berlalu meninggalkannya.
Tania tentu saja heran dengan tingkah Alvin karena ini bukan sifatnya, mengacuhkannya dan tidak bersemangat.
“ hei, vin mau kemana lo…tumben lo diam aja, gak dikasih makan ya sama nyokap lu, lemas gitu.” Ujar Tania seraya membuntutiku.
“ hei vin, kenapa lo? Sakit “ Ujarnya lagi tapi kali ini persis didepanku. Dirabanya dahiku dengan tangannya.
“gak panas, berarti bukan lagi sakit “ gumamnya
“gua gak apa- apa dan gw lagi gak mau diganggu” ujarku dan mulai berjalan lagi
Tania pun termenung mendengar kata – kata Alvin yang kedengaran sinis baginya, dan ia pun pergi kearah berlawanan sambil memikirkan pertanyaan – pertanyaan tentang  sahbatnya itu. Kekawatiran pun tiba – tiba menghampirinya, karena ini sesuatu ynag tidak biasa bagi Alvin.
Alvin kembali memikirkan kata – kata dosen yang sekaligus pembimbingnya itu. Semuanya benar, tak ada yang salah. Ia sebenarnya masih memiliki harapan untuk mengubah jalan kehidupannya. Tahun ini tahun terakhir, kesempatan baginya untuk mengikuti SNMPTN. Peluang itu masih ada dan ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Malah teramat sulit baginya.
Dokter, bukanlah profesi yang buruk. Malahan profesi ini lah yang paling banyak diincar oleh kalangan calon mahasiswa.  Jurusan ini  selalu menjadi nomor satu diHamper seluruh universitas di Indonesia. Tapi bukan bagi Alvin. Alvin masih belum bisa bersahabat dengan jurusan yang telah dijalaninya hampir 4 semester ini.
Walau indeks prestasinya sangat membanggakan, tapi  masih belum bisa membuat Alvin melumerkan hatinya. Predikat siswa terbaik telah diraihnya, bahkan banyak teman maupun dosen yang memuji kepintarannya, namun semuanya tidak pernah membuat Alvin bahagia, karena apa yag dilakukannya kini, semuanya hanya keterpaksaan.
Yah Alvin tripikal orang yang selalu berusaha maksimal untuk memberikan  yang terbaik, walaupun ia tidak menyukainya.
Demi rasa cintanya pada Ibu, orang tua satu – satunya yang telah bertahan hidup seorang diri membesarkannya.   Demi keinginan beliaulah Alvin Akhirnya memutuskan untuk kuliah  dikedokteran. Artinya ini cita – cita ibu, bukan cita – citanya.
Alvin hanya tinggal berdua dengan ibunya. Rona kehidupan mereka jalani hanya berdua sehingga membuat Alvin sangat dekat dan sangat mencintai ibunya.  Sesungguhnya alvin memiliki mimpi.
Mimpi yang sama mulianya dengan dokter. Ia ingin menjadi seorang guru. Profesi sederhana, tapi tidak sesederhana pemikirannya. Alvin bermimpi untuk mendidik anak - anak. Ia ingin mengembangkan kecerdasan bangsa ini. Membuka luas cakrawala mereka, dengan metode pengajaran yang ia rancang sendiri. Keinginan nya hanya satu , dari hasil didikannya ia ingin melahirkan generasi cerdas yang bermoral.
Seperti Negara jepang yang mampu mencipktakan teknologi canggih dan tersohor dengan industry modernnya, atau seperti Negara………………. Yang tingkat korupsinya terendah didunia.
Ia merasa tidak  akan bisa jika dia sendiri yang merubah Negara ini, tapi ia perlu bantuan penerus bangsa,  dan itu yang ingin diraihnya.
Berubah dari diri sendiri memang baik tapi akan jauh lebih baik jika ia bisamerubah geneasi penerus Negara ini, dia justru ingin mengubah dari bibitnya karena roda selalu berputar, yang tua  kelak akan digantikan oleh yang muda, dan setiap anak pasti akan melewati fase ini.
Ia merasa akan Lebih menyenangkan melihat muridnya yang menjadi dokter dan bisa merawat orang – orang tidak mampu, lebih membanggakan pula jika muridnya berdiri di podium , sebagai pemimpin Negara yang memiliki integritas dan kejujuran yang tinggi,  dan ia akan jauh lebih bahagia  jika ia mampu melahirkan murid – murid yang bisa dibanggakan orang lain.
Tuk…tiba – tiba ia terjatuh, ternyata sebuah kerikil telah membangunkannya dari sebuah lamunan panjang. Dilihatnya, kakinya terluka, darah segar mengalir diatasnya. Dengan tertatih ia bangkit dan berjalan kembali. Tampaknya aku harus pulang. Begitu pikirnya.

Kring….kring…kring..
Yah halo..??
Hei masih jutek aja lw…salah apa si gw sama lw.. klo gw da salah bilang aja..jangan dijutek in gitu.. gak enak tau..
Salah apa lw..??
yee.. ni anak ditanya malah balik nanya…kenapa sich..
Gw gak papa.. Cuma lagi banyak pikiran ja..
Kenapa?? Ada masalah.. berbagi la sama tania..
Hmm.. blum bisa dibagi tan,, di gak punya pisau wat membelahnya..
Klo gk da pisau gw punya ni..mau Tania pinjamin..??
Hahaha…dasar lw..
Nah… ketawa… gitu kan lebih bagus.. berat banget ya di masalahnya..???langka banget gw ngeliat lw murung..
Ntah la tan..  masalahnya gk berat klo gw bisa nentuen pilihan gw..sayangnya gw dilemma antara pilihan itu..
Hmm..keknya gw nangkep ni apa yang lw omongin.. jagan bilang lw lagi dilemma wat pindah kuliah…
Kira2 begitu..
ALDIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII……kenapa masih mikirin itu.. ingat nyokap lw.. gw yakin dia gk  bakalan berubah fikiran..
Iya gw tau..Gk usah teriak2 gitu.. berisik tau..bisa budek gw lama2 deket lw..
Yee..selama ni lw temenen ma gw, lw  budek gk.. dasar..
Hening……..
Di lw masih disana knan..
Hm.. gumam aldi..
Menurut gw klo lw bener2 niaat wat pindah kuliah coba lw ngomong baik2 ma nyokap lw..
Yah tan,,lw tau kn gak Cuma sekali gw ngomong,, tp tetap aja dianggap angin lalu..
Lagian lw si.. gk suka tapi IP lw Nyaris sempurna terus , gimana nyokap lw mau luluh..
La jadi salah gw..??? gw kan juga gk mau ngecewaen nyokap..
La tuw lu tau..truz masalahnya apa..??
Kemarin pak Arifin ngomong kegw.. dia nyuruh gw mikir lagi.. katanya jangan nyampe ntar nyesel.. makanya  sampai  sekarang gw jadi kepikiran terus…
Hmm..
 Hening laagi..
di.. lw kan gak harus ambil jurusan keguruan.. ntar lw juga bisa jadi dosen.. kan lebih keren buka praktek nyambi dosen..
gw gk mau tan.. gw pengennya jadi guru SMA.
Aldi – Aldi.. mank apa bedanya coba.. kan tujuannya sama2 berbagi ilmu..
Beda tan.. lw gk bakalan ngerti..
Yee kek gw bodoh ja..ya udah ntar gw bntuen lw wat nyari solusinya. Udah dulu ya..dah ngantuk..
Ya
Malam di…
Tut…….tut……..tut..
Keinginan ku sudah bulat… aku akan Ikut Ujian SNMPTN lagi.. tujuan Utama ku …
Telah ku pikir kan matang – matang dan aku tak ingin menyesal kelak. Ku harus menggapai impianku.. dan ibu,, ku harap perlahan dia bisa menerimanya.
Hrari ini hari wisuda ku…pendampingku hanya 2 … ibu yang sanagat kucintai dan Tania yang dua tahun terakhir telah menjadi pacarku..tapi justru hari yang ku anggap sebagai hari bahagiaku,, justru memjadi hari yang paling menyedihkan..
Pagi itu dengan gelisah aku menanti kedatangan dua wanita yang kucintai.. tapi ketika acara akan dimulai mereka belum juga dating… telpon tidak aktif artinya tak ada kabar. Entah kenapa tiba2 jantung ku berdegub sangat cepat.. kekhawatiranpun segera menyergapku.. IBU.. lirih ku..
Saatnya aku berdiri kepodium,, menyampaikan sepatah kata dari perwakilan wisudawan,, tapi kata yang keluar hanya seperti benang kusut.. berantakan,, membuat semua penonton heran.. bahkan aku sampai lupa nama pembimbing ku sendiri… tapi aku tak peduli. Yang aku fikirkan hanya ibu dan Tania.. kemanakah mereka???
Sampai acara usai pun aku tak melihat mereka… ku jelajahi semua gedung ,, berharap mereka ada disuatu tempat,, tapi nihil.. ku ambil HP ku,, mencoba menghubungi mereka,, baru saja ku hidupkan terlihat 31 missed call dan itu semuanya dari Tania..
Jantungku kembali berdebar..kuhubungi lagi..
Halo tan …tan…dimana lo..
Aldi lw harus kerumah sakit sekarang,,,
Tut..tut..telp pun terputus..
Perasaanku pun langsung tak karuan.. langsung ku berlari ke parkiran dan mengendarai motor secepatnya..
Selama perjalanan hanya nama ibu yang selalu terucap,,tanpa tahu apa yang terjadi..
Sepucuk surat,,terlihat lusuh.. tertanggal seminggu yang lalu..
Aldi anakku sayang..
Entah kenapa saat ini ibu ingin menulis sesuatu untuk mu..nak…sungguh ibu tak tahu harus ngomong apa.. saat kau mencoba menghancurkan impian ibu ,, saat kau mematahkan harapan ibu..
Nak kau anak ibu satu – satunya.. kita hanya hidup berdua.. sluruh kasih ibu hanya ibu berikan untuk mu..
Tapi ibu merasa kau begitu kejam,, mematahkan tumpuan harapan ibu.. harapan satu – satunya.. ketahuilah nak,, menjadikan mu seorang dokter  adalah janji terakhir ibu pada ayah mu.. dan akhirnya justru ibu  tak bisa memenuhi permintaan terakhir beliau..
Andai kau tahu betapa dilemanya ibu,, saat kau teguh ingin mengikuti mau mu..ibu tak membencimu,, tapi ibu kecewa luar biasa,,andai kau tahu betapa sedihnya ibu..
Sekarang saatnya kau mengawali impian mu,, ibu bangga atas prestasimu,, tapi… ibu slalu membayangkan.. kau berdiri dipodium dengan menyandang status dokter,, bukan gelar Spd…
Maafkan ibu nak … Jika ibu egois,,tapi kekecewan ibu terlalu dalam…





Tidak ada komentar:

Posting Komentar

please leave your comment here before you sign out