TADAAAAAA.... it's my first short story. hope you like it.. Enjoy Reading..
RAGU – ragu ku melangkah…
Satu..dua… pada langkah ketiga
aku tak sanggup lagi . Penyesalan yang sampai kini merengkuh ku blum sampai
hati untuk lenyap.teringat akan memori
kelam yang membawanya meniggalkan ku untuk selamanya.
IBU ..belum bisakah kau maafkan
aku?????
………………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Petang itu raja surya mengintip
malu – malu dihamparan bumi. Pesona indah cahayanya kala kembali ke peraduaan
hari itu mendung tertutup sahabat setianya. Awan bergerak kesana kemari seolah
– olah ingin mempermainkan si raja surya .
Aku yang bermandikan keringat
masih saja berlari dan terus berlari, sudah hampir dua jam aku berlari tanpa
henti. Sesak memburu jantung. Tapi aku ingin memaksakannya.
Kata- kata dosen pembimbing ku tadi
masih jelas meniup telingaku. Hingga membuatku ingin berlari, melepaskan sesak
yg ada.
“ Alvin saya tahu seberapa besar
kebencianmu akan bidang ini. Saya tahu
betapa sulit untuk bertahan menaklukan smuanya yang hasilnya justru kau benci.
Kau ukir prestasi gemilang yang membuat orang takjub dan iri padamu tapi kau
sama sekali melakukannya dengan setengah hati . bukan, bukan setengah hati tapi
dengan keterpaksaan.Saya tahu betapa berat ini bagi mu”.
“nak kata – kata ku ini tak
bermaksud untuk mengajarkanmu, menentang orang tua mu. Tapi sampai kapan kau akan mempertahankan semunya.
Sungguh Bapak kasihan padamu.Sebelum
terlambat kau bisa memikirkan kembali segalanya. Jika selamanya kau kan begini
slama itu pula kau tak akan tahu apa itu bahagia. Pikirkanlah kembali nak.
Semua ada ditanganmu. Sesal itu kata yang terlontar kemudian. Jangan sampai kau
mengutit kata itu “
Sambil memegang pundak ku dia
belalu. Masih jelas dengan wajah prihatin dan kasihan dia berjalan membelakangi
ku.
……………………………………………………………………………………………………………………………………………………………….
Bruk….tubrukan dari belakang
membuat tubuh ku oleng seketika. Nyaris aku mencium tanah jika saja tanganku
tak sigap menahannya. Seketika itu juga wajah yang sangat kukenal muncul dari
arah belakang.
“ Ah payah , masa didorong dikit
aja lo bisa jatuh gitu, dasar laki – laki lemah “
“Walaupun tersinggung tapi aku
tak berniat membalas ucapan gadis yang ku dipanggil Tania itu” energy ku sudah
habis, menguap bersama rentetan kata yang mengisi otakku. Tanpa bicara sepatah
pun, ku coba berdiri kembali dan berlalu meninggalkannya.
Tania tentu saja heran dengan
tingkah Alvin karena ini bukan sifatnya, mengacuhkannya dan tidak bersemangat.
“ hei, vin mau kemana lo…tumben
lo diam aja, gak dikasih makan ya sama nyokap lu, lemas gitu.” Ujar Tania
seraya membuntutiku.
“ hei vin, kenapa lo? Sakit “
Ujarnya lagi tapi kali ini persis didepanku. Dirabanya dahiku dengan tangannya.
“gak panas, berarti bukan lagi
sakit “ gumamnya
“gua gak apa- apa dan gw lagi gak
mau diganggu” ujarku dan mulai berjalan lagi
Tania pun termenung mendengar
kata – kata Alvin yang kedengaran sinis baginya, dan ia pun pergi kearah
berlawanan sambil memikirkan pertanyaan – pertanyaan tentang sahbatnya itu. Kekawatiran pun tiba – tiba
menghampirinya, karena ini sesuatu ynag tidak biasa bagi Alvin.
Alvin kembali memikirkan kata –
kata dosen yang sekaligus pembimbingnya itu. Semuanya benar, tak ada yang
salah. Ia sebenarnya masih memiliki harapan untuk mengubah jalan kehidupannya.
Tahun ini tahun terakhir, kesempatan baginya untuk mengikuti SNMPTN. Peluang
itu masih ada dan ia dihadapkan pada pilihan yang sulit. Malah teramat sulit
baginya.
Dokter, bukanlah profesi yang
buruk. Malahan profesi ini lah yang paling banyak diincar oleh kalangan calon
mahasiswa. Jurusan ini selalu menjadi nomor satu diHamper seluruh
universitas di Indonesia. Tapi bukan bagi Alvin. Alvin masih belum bisa
bersahabat dengan jurusan yang telah dijalaninya hampir 4 semester ini.
Walau indeks prestasinya sangat
membanggakan, tapi masih belum bisa
membuat Alvin melumerkan hatinya. Predikat siswa terbaik telah diraihnya,
bahkan banyak teman maupun dosen yang memuji kepintarannya, namun semuanya
tidak pernah membuat Alvin bahagia, karena apa yag dilakukannya kini, semuanya
hanya keterpaksaan.
Yah Alvin tripikal orang yang
selalu berusaha maksimal untuk memberikan
yang terbaik, walaupun ia tidak menyukainya.
Demi rasa cintanya pada Ibu,
orang tua satu – satunya yang telah bertahan hidup seorang diri
membesarkannya. Demi keinginan
beliaulah Alvin Akhirnya memutuskan untuk kuliah dikedokteran. Artinya ini cita – cita ibu,
bukan cita – citanya.
Alvin hanya tinggal berdua dengan
ibunya. Rona kehidupan mereka jalani hanya berdua sehingga membuat Alvin sangat
dekat dan sangat mencintai ibunya.
Sesungguhnya alvin memiliki mimpi.
Mimpi yang sama mulianya dengan
dokter. Ia ingin menjadi seorang guru. Profesi sederhana, tapi tidak
sesederhana pemikirannya. Alvin bermimpi untuk mendidik anak - anak. Ia ingin
mengembangkan kecerdasan bangsa ini. Membuka luas cakrawala mereka, dengan
metode pengajaran yang ia rancang sendiri. Keinginan nya hanya satu , dari
hasil didikannya ia ingin melahirkan generasi cerdas yang bermoral.
Seperti Negara jepang yang mampu
mencipktakan teknologi canggih dan tersohor dengan industry modernnya, atau
seperti Negara………………. Yang tingkat korupsinya terendah didunia.
Ia merasa tidak akan bisa jika dia sendiri yang merubah
Negara ini, tapi ia perlu bantuan penerus bangsa, dan itu yang ingin diraihnya.
Berubah dari diri sendiri memang
baik tapi akan jauh lebih baik jika ia bisamerubah geneasi penerus Negara ini,
dia justru ingin mengubah dari bibitnya karena roda selalu berputar, yang
tua kelak akan digantikan oleh yang
muda, dan setiap anak pasti akan melewati fase ini.
Ia merasa akan Lebih menyenangkan
melihat muridnya yang menjadi dokter dan bisa merawat orang – orang tidak
mampu, lebih membanggakan pula jika muridnya berdiri di podium , sebagai
pemimpin Negara yang memiliki integritas dan kejujuran yang tinggi, dan ia akan jauh lebih bahagia jika ia mampu melahirkan murid – murid yang
bisa dibanggakan orang lain.
Tuk…tiba
– tiba ia terjatuh, ternyata sebuah kerikil telah membangunkannya dari sebuah
lamunan panjang. Dilihatnya, kakinya terluka, darah segar mengalir diatasnya.
Dengan tertatih ia bangkit dan berjalan kembali. Tampaknya aku harus pulang.
Begitu pikirnya.
Kring….kring…kring..
Yah halo..??
Hei masih jutek aja lw…salah apa
si gw sama lw.. klo gw da salah bilang aja..jangan dijutek in gitu.. gak enak
tau..
Salah apa lw..??
yee.. ni anak ditanya malah balik nanya…kenapa sich..
yee.. ni anak ditanya malah balik nanya…kenapa sich..
Gw gak papa.. Cuma lagi banyak
pikiran ja..
Kenapa?? Ada masalah.. berbagi la
sama tania..
Hmm.. blum bisa dibagi tan,, di
gak punya pisau wat membelahnya..
Klo gk da pisau gw punya ni..mau
Tania pinjamin..??
Hahaha…dasar lw..
Nah… ketawa… gitu kan lebih
bagus.. berat banget ya di masalahnya..???langka banget gw ngeliat lw murung..
Ntah la tan.. masalahnya gk berat klo gw bisa nentuen
pilihan gw..sayangnya gw dilemma antara pilihan itu..
Hmm..keknya gw nangkep ni apa
yang lw omongin.. jagan bilang lw lagi dilemma wat pindah kuliah…
Kira2 begitu..
ALDIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIIII……kenapa
masih mikirin itu.. ingat nyokap lw.. gw yakin dia gk bakalan berubah fikiran..
Iya gw tau..Gk usah teriak2
gitu.. berisik tau..bisa budek gw lama2 deket lw..
Yee..selama ni lw temenen ma gw,
lw budek gk.. dasar..
Hening……..
Di lw masih disana knan..
Hm.. gumam aldi..
Menurut gw klo lw bener2 niaat
wat pindah kuliah coba lw ngomong baik2 ma nyokap lw..
Yah tan,,lw tau kn gak Cuma
sekali gw ngomong,, tp tetap aja dianggap angin lalu..
Lagian lw si.. gk suka tapi IP lw
Nyaris sempurna terus , gimana nyokap lw mau luluh..
La jadi salah gw..??? gw kan juga
gk mau ngecewaen nyokap..
La tuw lu tau..truz masalahnya
apa..??
Kemarin pak Arifin ngomong kegw..
dia nyuruh gw mikir lagi.. katanya jangan nyampe ntar nyesel.. makanya sampai
sekarang gw jadi kepikiran terus…
Hmm..
Hening laagi..
di.. lw kan gak harus ambil
jurusan keguruan.. ntar lw juga bisa jadi dosen.. kan lebih keren buka praktek
nyambi dosen..
gw gk mau tan.. gw pengennya jadi
guru SMA.
Aldi – Aldi.. mank apa bedanya
coba.. kan tujuannya sama2 berbagi ilmu..
Beda tan.. lw gk bakalan ngerti..
Yee kek gw bodoh ja..ya udah ntar
gw bntuen lw wat nyari solusinya. Udah dulu ya..dah ngantuk..
Ya
Malam di…
Tut…….tut……..tut..
Keinginan ku sudah bulat… aku
akan Ikut Ujian SNMPTN lagi.. tujuan Utama ku …
Telah ku
pikir kan matang – matang dan aku tak ingin menyesal kelak. Ku harus menggapai
impianku.. dan ibu,, ku harap perlahan dia bisa menerimanya.
Hrari ini hari wisuda
ku…pendampingku hanya 2 … ibu yang sanagat kucintai dan Tania yang dua tahun
terakhir telah menjadi pacarku..tapi justru hari yang ku anggap sebagai hari
bahagiaku,, justru memjadi hari yang paling menyedihkan..
Pagi itu dengan gelisah aku
menanti kedatangan dua wanita yang kucintai.. tapi ketika acara akan dimulai
mereka belum juga dating… telpon tidak aktif artinya tak ada kabar. Entah
kenapa tiba2 jantung ku berdegub sangat cepat.. kekhawatiranpun segera
menyergapku.. IBU.. lirih ku..
Saatnya aku berdiri kepodium,,
menyampaikan sepatah kata dari perwakilan wisudawan,, tapi kata yang keluar
hanya seperti benang kusut.. berantakan,, membuat semua penonton heran.. bahkan
aku sampai lupa nama pembimbing ku sendiri… tapi aku tak peduli. Yang aku
fikirkan hanya ibu dan Tania.. kemanakah mereka???
Sampai acara usai pun aku tak
melihat mereka… ku jelajahi semua gedung ,, berharap mereka ada disuatu
tempat,, tapi nihil.. ku ambil HP ku,, mencoba menghubungi mereka,, baru saja
ku hidupkan terlihat 31 missed call dan itu semuanya dari Tania..
Jantungku kembali
berdebar..kuhubungi lagi..
Halo tan …tan…dimana lo..
Aldi lw harus kerumah sakit
sekarang,,,
Tut..tut..telp pun terputus..
Perasaanku pun langsung tak
karuan.. langsung ku berlari ke parkiran dan mengendarai motor secepatnya..
Selama
perjalanan hanya nama ibu yang selalu terucap,,tanpa tahu apa yang terjadi..
Sepucuk surat,,terlihat lusuh..
tertanggal seminggu yang lalu..
Aldi anakku sayang..
Entah kenapa saat ini ibu ingin
menulis sesuatu untuk mu..nak…sungguh ibu tak tahu harus ngomong apa.. saat kau
mencoba menghancurkan impian ibu ,, saat kau mematahkan harapan ibu..
Nak kau anak ibu satu – satunya..
kita hanya hidup berdua.. sluruh kasih ibu hanya ibu berikan untuk mu..
Tapi ibu merasa kau begitu
kejam,, mematahkan tumpuan harapan ibu.. harapan satu – satunya.. ketahuilah
nak,, menjadikan mu seorang dokter adalah janji terakhir ibu pada ayah mu.. dan
akhirnya justru ibu tak bisa memenuhi
permintaan terakhir beliau..
Andai kau tahu betapa dilemanya
ibu,, saat kau teguh ingin mengikuti mau mu..ibu tak membencimu,, tapi ibu
kecewa luar biasa,,andai kau tahu betapa sedihnya ibu..
Sekarang saatnya kau mengawali
impian mu,, ibu bangga atas prestasimu,, tapi… ibu slalu membayangkan.. kau
berdiri dipodium dengan menyandang status dokter,, bukan gelar Spd…
Maafkan ibu
nak … Jika ibu egois,,tapi kekecewan ibu terlalu dalam…


Tidak ada komentar:
Posting Komentar
please leave your comment here before you sign out